Home   News   Laporan Kunjungan : Field Trip kelas 5

Laporan Kunjungan : Field Trip kelas 5

Tempat Kunjungan :

  1. Tugu Proklamasi
  2. Museum Sumpah Pemuda
  3. Museum Kebangkitan Nasional
  4. Museum Joang 45
  5. Museum Fatahillah

Waktu : 06.45-14.40 WIB

Tujuan pertama kami adalah Tugu Proklamasi. Di sana saya melihat patung Bapak Soekarno dan Bapak Moh. Hatta. Patung Bapak Soekarno tingginya 4,6 meter, karena pada saat membacakan proklamasi umurnya 46 tahun. Sedangkan patung Bapak Moh. Hatta tingginya 4,5 meter, karena pada saat proklamasi umurnya 45 tahun. Saya juga melihat Tugu Petir. Tugu itu dinamakan Tugu Petir karena saat pembacaan proklamasi menggelegar ke seluruh dunia seperti petir. Di sana juga ada Tugu Jarum yang disebut juga Tugu Ibu. Dibangun karena 1 tahun memperingati Kemerdekaan Indonesia. Dinamakan Tugu Jarum atau Tugu Ibu karena dibangun oleh ibu-ibu dan bentukknya menyerupai jarum.

Setelah Tugu Proklamasi kami pergi ke Museum Sumpah Pemuda. Museum itu diresmikan oleh Bapak Soeharto tanggal 20 Mei 1974, dipugar tanggal 5 April 1973, selesai dipugar tanggal 20 Mei 1973. Jong Sumatranen Bond, Jong Java, dan lain-lain adalah organisasi sebelum Sumpah Pemuda yang masih bersifat kedaerahan, mereka semua berkumpul di Jakarta pada Kongres Sumpah Pemuda. Kongres Sumpah Pemuda I belum berhasil. Akhirnya diadakannya Kongres Sumpah Pemuda II, pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Sebelum kongres ditutup, W.R. Soepratman memainkan lagu Indonesia Raya.

Setelah itu, kami pergi ke Museum Kebangkitan Nasional, diresmikan oleh Bapak Soeharto, 20 Mei 1974. Museum ini dulunya adalah sekolah kedokteran yang bernama Stovia. Di sana saya melihat pahlawan-pahlawan Negara. Mereka melakukan perlawanan fisik agar Belanda keluar dari daerah mereka. Pada zaman dahulu, bahasa yang digunakan waktu belajar adalah bahasa Belanda. Syarat sekolah di STOVIA adalah dapat berbahasa Belanda, lulus ELS (SD) dan anak laki-laki.

Setelah ke Museum Kebangkitan Nasional, kami pergi ke Museum Joang 45. Museum ini dulu milik orang Belanda bernama L.C. Schromper, lalu saat penjajahan Jepang, gedung ini diambil alih oleh para pemuda Indonesia. Peristiwa Rengasdengklok terjadi karena perbedaan pendapat anatara golongan tua dengan golongan muda tentang kapan dilaksanakannya proklamasi kemerdekaan Indonesia. Disana saya juga melihat mobil Ir. Soekarno, sampai sekarang mobil itu masih dapat berjalan.

Terakhir, kami ke museum Fatahillah. Disana ada replica Gereja Belanda Baru, dibangun tahun 1792, lalu runtuh tahun 1808 akibat letusan Gunung Krakatau, lalu dibangun kembali pada tahun 1912 dan beralih fungsi menjadi museum wayang. Disana juga ada singa VOC, memegang lambang stad Batavia tahun 1620-1799, ditetapkan pemerintah pusat pada tanggal 15 Agustus 1920. Ada juga Meriam Cirebon, digunakan sebagai maskawin Ontin, yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Saya juga melihat penjara bawah tanah, panjangnya 4 meter, lebarnya 3 meter, tingginya 1,65 meter. Penjara ini dapat dimasuki 50 orang.

Kesimpulan dari kunjungan field trip kali ini adalah field trip ini menarik dan saya juga bisa lebih memahami sejarah Indonesia.

 

(Priscella G.W. /5B)

 

 
    Calendar icon March 15, 2018 Category icon News

Share