Home   Achievement   Pengalamanku sebagai Reporter Cilik

Pengalamanku sebagai Reporter Cilik

Pertama kali, aku diberitahukan wali kelasku yaitu ibu Santi, untuk membuat sebua karangan tentang pemimpin masa depan yang diselenggarakan oleh Media Indonesia dengan beberapa tema yang harus kupilih. Maka aku memilih tema “ Andai Aku menjadi Pemimpin”. Tulisan itu harus diserahkan pada tanggal 28 Agustus. Aku membayangkan jika aku menjadi pemimpin, apa yang aka aku lakukan. Maka jadilah tulisan itu.

Rabu 2 September, aku mendapat kabar bahwa tulisanku terpilih dari antara kurang lebih 1500 tulisan teman – teman yang lain. Ketika ibu Santi mengabari aku tentang hal itu, aku sangat senang, aku ingin memberitahu orang tuaku. Selanjutnya pihak Media Indonesia meminta ku untuk mengikuti pelatihan selama tiga hari di Desa Wisata di TMII.

Keesokan harinya, aku beserta tiga teman ku Faustine, Margareth dan Caitlin dan juga di damping oleh ibu Dean, kami berangkat menuju TMII. Disan aku berjumpa teman – teman se Jabodetabek kira kira 55 siswa yang karya tulisnya terpilih.

Mulailah kami dibagi menjadi beberapa kelompok, kelompok ku terdiri dari delapan orang. Kami tidur satu kamar semua nya anak laki – laki dan di dampingi oleh satu panitia. Tempatnya sangat menyenangkan hanya aja kamar mandi nya mengecewakan. Hari pertama dimulai dari pengenalan panitia dan pembagian kegiatan dan berbagai kegiatan yang akan kami lakukan.

Menjelang siang kami makan siang lalu ada acar kunjungan ke Museum Prangko, kami mewawancari kepala museum prangko mengenai hal hal yang berkaitan dengan asal mula prangko dan lain sebagainya. Lalu kami kembali ke Desa Wisata untuk mandi dan makan malam.

Keesokan harinya, ada evaluasi dan workshop mengenai wawancara dan hal hal yang telah kami pelajati di hari pertama. Ada juga kunjungan ke museum Listrik dan energy, disana kami juga melakukan wawancara. Hari kedua menjadi hari yang melelahkan, karena sampai larut malam kami masih menyelesaikan karangan untuk menjadi reporter cilik terbaik.

Hari ketiga mengikuti pelatihan Reporter Cilik tidak terlalu banyak kegiatan karena hanya pengumuman peserta terbaik, foto bersama kemudian pulang. Pukul 11.00 WIB aku dijemput orang tua ku,…. Aku bahagia sekali karena aku rindu mereka.

Tanggal 8 September, aku mendapat kabar yang cukup mengejutkan dan menggembirakan. Aku terpilih untuk mewawancarai Menteri……. Wow senangnya. Tanggal 9 September jam delapan pagi aku bersama temanku Faustine dan Ibu Dean, kami berangkat menemui menteri Agraria dan Tata Ruang Bapak Ferry Mursyidan Baldan di kantornya dikawasan kebayoran baru. Beliau sangat ramah dan sangat baik karena suka tersenyum dan banyak menerangkan tentang bangunan dan sebagainya. Lalu dari sana, kami makan siang dan berangkat ke kantor Menteri Dalam Negeri di jalan Medan Merdeka, kami bertemu bapak Mendagri yaitu bapak Tjahyo Kumolo. Pak Tjahyo sangat baik, beliau menjawab semua pertanyaan dari kami dan mengajak kami berkeliling ruangan kantornya. Kami juga berfoto bersama pak Menteri dan mendapat tanda tangan Pak Tjahyo. Sungguh suatu kesempatan yang langka, aku mendapat kesempatan mewawancarai dua menteri di Kabinet Kerja yang dibentuk oleh Bapak Jokowi.

Pengalaman tersebut sangat berkesan dan tidak akan aku lupakan. Aku sangat bangga, dan sangat berterimakasih kepada sekolah ku SDK 2 Penabur dan kedua orangtua ku yang sangat mendukung aku dalam kegiatan tersebut.

Bukan hanya mewawancarai, aku juga mendapat kesempatan foto bersama kedua bapak menteri di ruang kerja mereka. Aku ingin ketika sudah besar Aku menjadi pemimpin masa depan yang baik seperti mereka.

 

Ditulis oleh Geoffrey Li

Kelas 5B SDK 2 Penabur

 

Share