Home   Achievement   Pengalamanku Menjadi Repcil (Reporter Cilik)

Pengalamanku Menjadi Repcil (Reporter Cilik)

22 September 2015 saya Caitlin Kilia Roniar dari SDK 2 Penabur diajak oleh Media Indonesia untuk mewawancarai Menteri Sosial RI, Ibu Khofifah Indar Parawansa di gedung Kemensos, Salemba. Sebelumnya kami diajak untuk berkumpul di gedung Metro TV Media Indonesia dan diharuskan tiba disana pukul 12.00. Setiba disana, hanya ada beberapa orang yang baru datang termasuk saya. Kami pun menunggu kedatangan teman teman yang lainnya. Pada saat kami menunggu, kami diberikan makan siang …. Hmmmm enak sekali…. Pada saat kami menunggu teman – teman yang lainnya, kak Wanda dari Media Indonesia memberikan kami kaos oleh – oleh dari Bunaken, Wahhhhhh betapa senangnya aku…. Setelah semua anggota reporter cilik telah lengkap semua, kami diberi pelatihan terlebih dahulu oleh kak Wanda. Kami diberi 16 daftar pertanyaan, setiap reporter cilik mendapat dua pertanyaan untuk diajukan kepada Ibu Menteri Sosial. Kami menghafal dan berlatih. Kak Wanda memberikan instruksi dan wejangan saat bertemu Ibu Menteri Sosial.

Pukul 15.30 kami bersama – sama menuju ke Gedung Kemensos RI yang terletak di jalan Salemba dengan menggunakan mobil ELF. Setibanya di sana, kami turun di depan lobby dan bersama-sama menuju ke ruang tunggu didalam gedung tersebut. Sambil menunggu, kami tidak hanya diam saja tapi kami berlatih kembali bersama sama agar nantinya wawancara tersebut berjalan lancar. Kami disana bertemu Direktur bersama sekertaris nya.

Selang beberapa saat, ibu Menteri pun datang, banyak kameramen dan fotografer yang mengabadikan kedatangan ibu Menteri. Ibu Menteri datang menuju ke ruang tunggu untuk menghampiri kami semua dan kemudian mengajak masuk ke ruang kerjanya. Kami semua menempati kursi yang telah disediakan. Kami sangat gugup berhadapan langsung dengan ibu Menteri, namun kami harus tetap menjaga sikap di depan ibu Menter untuk memberikan pertanyaan yang telah didipersiapkan dan dengan tertib dan beraturan sesuai giliran. Aku mendapat giliran nomor 7 dan 15.

  1. Apa sih kriteria pemimpin yang baik menurut ibu dan apa yang harus dipersiapkan anak – anak Indonesia agar bisa menjadi pemimpin yang baik seperti ibu? “ Waktu jaman Gus Dur, ibu sangat dekat dengan beliau. Beliau selalu mengatakan “ Be your self and do the best”, saya kira pemimpin haruslah seperti itu. Jadi diri sendiri dan berbuatlah yang terbaik, dan seorang pemimpin janganlah menjadi buntut orang lain. Kalau dilingkungan rumah, kalau dia pemimpin rumah tangga atau keluarga dia harus bisa menjadi jati diri keluarga. Jangan melihat tetangga punya mobil baru, dia juga harus punya mobil baru, padahal saat itu kemampuan tidak ada, dan berhutang, yang nantinya dapat membebani pengeluaran lainnya. Jadi kita harus melakuakan yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita, dan untuk anak – anak seumuran kalian, lakukanlah yang tebaik sesuai kemampuan kalian. Kalian harus dapat menghitung, berapa lama membaca buku, berapa lama di depan laptop berapa lama di depan TV, berapa lama bermain, dan berapa lama membaca kitab suci.”

Pada saat sesi pertanyaan diberikan, kami dipersilakan minum teh dan diberikan kue-kue kecil oleh ibu menteri. Ibu menteri juga saat itu membawa singkong rebus yang berasal dari putrinya yang menanam sediri di kebunnya…..hmmmmm….. enak sekali loh singkongnya….

Pertanyaan dilanjutkan lagi…

  1. Selama ini tantangan dan kasus apa yang paling berat ibu jalani?

“Bagaimana kita meleburkan sekat – sekat yang ada di pemerintahan. Jadi tugas prioritas Kementerian Sosial ini adalah menurunkan kemiskinan. Tetapi kemiskinan itu ada di semua bidang. Bidang yang di bawahi kementerian pertanian, kementerian kelautan, ada di pendidikan, ada di kesehatan, ada di BUMN, ada di Perdagangan. Jadi meleburkan sekat sekat itu menjadi penting agar tidak jalan sendiri sendiri. Mereka boleh melaksanakan program menurunkan kemiskinan di departemen masing – masing, tapi data yang diambil harus dari kementerian sosial, jadi tahu sasaran yang dituju mana saja, supaya intervesinya menyatu, sehingga bisa rukun antar kementerian.”

Masih ada pertanyaan – pertanyaan lain yang diajukan oleh repcil kepada ibu menteri

Selesai sudah pertanyaan terakhir dan penutup yang di berikan oleh teman saya. Waktu sudah menunjukan pukul 18.00, walaupun sudah menjelang malam Ibu Menteri tetap setia dan tersenyum menerima kedatangan kami semua tanpa mengenal rasa lelah. Aku tahu kalau Ibu Khofifah sebelumnya pasti ada tugas yang harus dikerjakan sebelum bertemu dengan kami semua.

Kami mengabadikan foto dan meminta tanda tangan ibu menteri lalu kami berfoto bersama dengan ibu menteri didepan meja kerja nya bersama sama, selain itu kami juga bersama sama berfoto dengan spanduk dari Media Indonesia. Dan tidak lupa juga kami diberikan hadiah berupa tas ransel yang isi nya banyak sekali….. aku sangat senang bertemu dengan ibu Khofifah….

Semoga wawancara ini memberikan pengalaman yang berharga dan bermanfaat. Pengalaman yang tidak akan ku lupakan seumur hidupku bertemu dengan ibu menteri….

Terima kasih kuucapkan kepada Media Indonesia yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk menjadi Reporter Cilik Media Anak Media Indonesia dan Menteri Sosial RI yang sudah memberiakn waktu nya kepda kami untuk mewawancarainya, juga kepada ibu Dean dari SDK 2 Penabur yang sudah menemaniku aku dari awal sampai akhir.

Saya senang sekolah di SDK 2 Penabur karena sekolah ini memberikan kesempatan dan memfasilitasi minat para siswa untuk dapat berkembang di luar pelajaran.

 

Ditulis oleh Caitlin Filia RoniarKelas 5A, SDK 2 Penabur 

 

 

 

 

IMG-20150922-WA0003 caitlinIMG-20150922-WA0004 caitlin

 

Share